Saat itu aku sedang berlibur ke kota gudeg, Yogyakarta. Di sana aku sempatkan diri untuk berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Seperti biasa turis lainnya, aku foto-foto apa yang aku temukan dan menurutku unik. Akupun mengunjungi koleksi batik. Sebelumnya aku terpana melihat turis berpakaian "Shoulin", mungkin biksu dari mana gitu... dan kakiku terus melangkah masuk ke ruang koleksi batik. Aku sempat mengambil gambar sekali di ruangan itu, Eh tiba-tiba satpam di ruangan itu menegur aku. Wah aku kaget dan malu bukan main, apa ada yang salah denganku? Ternyata memang aku salah, bahwa di ruang itu pengunjung tidak diijinkan mengambil gambar. Tulisan larangan itu tertempel ada di pintu masuk. Sialan gara-gara turis 'Shoulin" aku kena tegur satpam.
Maap pak tidak sengaja....
pengalaman lucu
Sabtu, 05 Mei 2012
Bukan Ibuku
Waktu itu usiaku masih sekitar enam tahun, masih kecil, masih suka bermanja-manja di pangkuan ibuku.
Saat itu di rumahku sedang ada acara, sehingga banyak orang yang datang, bapak-bapak dan ibu-ibu. Pada mulanya ibuku duduk di kursi dan aku bermanja di pangkuan ibuku. Seperti biasa anak-anak suka main terus kembali ke ibunya. Nah saat itu aku habis main dan kembali ke pangkuan "ibuku". Wah aku kaget mereka pada tertawa, terutama kakaku tertawa ngakak. Masalahnya yang aku kira ibuku ternyata salah seorang tamu yang duduk di tempat ibuku tadi duduk. Sedangkan ibuku sudah beranjak dari tempat duduk itu. Aku melihat ke arah muka perempuan itu, wah ternyata dia memang bukan ibuku. Maluuuuu.....
Sampai sekarang aku masih ingat siapa perempuan itu, maapkan akuuuu.... hehe
Saat itu di rumahku sedang ada acara, sehingga banyak orang yang datang, bapak-bapak dan ibu-ibu. Pada mulanya ibuku duduk di kursi dan aku bermanja di pangkuan ibuku. Seperti biasa anak-anak suka main terus kembali ke ibunya. Nah saat itu aku habis main dan kembali ke pangkuan "ibuku". Wah aku kaget mereka pada tertawa, terutama kakaku tertawa ngakak. Masalahnya yang aku kira ibuku ternyata salah seorang tamu yang duduk di tempat ibuku tadi duduk. Sedangkan ibuku sudah beranjak dari tempat duduk itu. Aku melihat ke arah muka perempuan itu, wah ternyata dia memang bukan ibuku. Maluuuuu.....
Sampai sekarang aku masih ingat siapa perempuan itu, maapkan akuuuu.... hehe
Samsu - Gudang Garam
Waktu itu aku gak bisa nahan tawa saat temanku salah tingkah. Begini ceritanya....
Pagi itu kami sedang melaksanakan tugas jaga bertiga. Atasan kami pergi meninggalkan kami untuk Sholat Subuh. Sebelumnya kami sudah diwanti-wanti oleh atasan kami bahwa radio komunikasi itu hanya untuk komunikasi yang perlu, jangan digunakan untuk ngobrol yang gak perlu. Sementara atasan kami sedang tidak ada, temanku nekat mengambil mic radio dan mengatakan "Samsu - Gudang garam" 3x, harapannya ada yang menjawab dan ngobrol-ngobrol. Eh... kebetulan atasan kami sudah kembali. Tapi sudah kepalang tanggung akhirnya mick radio diletakkan pada tempatnya tetapi mulut temanku itu masih mengatakan "Samsu-Gudang Garam" berkali-kali sambil menuju keluar dengan hati degdegan. Aku ngliatnya jadi ikut degdegan dan campur baur rasanya tapi gak bisa nahan tawa..... hahahaha,,,
Mas apa kabar sudah lama gak ketemu, masih ingat kan? hehe
Maturnuwun
Siang itu aku dan tamanku pergi ke rumah saudara temanku itu di daerah Semarang. Kebetulan kami melewati jembatan kecil dimana di jembatan tersebut ada beberapa orang yang sedang nongkrong-nongkrong. Sepontan temanku mengucapkan "maturnuwun" kalau dalam bahasa Indonesia artinya terima kasih. Dalam hatiku kok kata itu yang di ucapkan, bukannya semestinya "nuwunsewu" kalau dalam bahasa Indonesia artinya permisi.
Setelah sampai rumah saudaranya aku bilang ke temanku kalau tadi yang diucapkan sewaktu melewati orang-orang di jembatan semestinya nuwunsewu bukan maturnuwun. Wah langsung kami tertawa nahan malu dan berdoa semoga mereka "nggak ngeh". Maklum temanku yang satu ini bukan orang Jawa...
Kalau temanku baca aku yakin dia masih ingat... P e a c e
Setelah sampai rumah saudaranya aku bilang ke temanku kalau tadi yang diucapkan sewaktu melewati orang-orang di jembatan semestinya nuwunsewu bukan maturnuwun. Wah langsung kami tertawa nahan malu dan berdoa semoga mereka "nggak ngeh". Maklum temanku yang satu ini bukan orang Jawa...
Kalau temanku baca aku yakin dia masih ingat... P e a c e
Langganan:
Postingan (Atom)